Harga Minyak Naik di tengah Kekhawatiran Pasokan Yang Ketat dan Dukungan Dollar yang Lemah

Broker Online | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker online - Minyak naik sedikit pada hari Selasa. Memangkas kerugian sebelumnya dan setelah melonjak lebih dari $5 barel di sesi sebelumnya, di tengah kekhawatiran tentang ketatnya pasokan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 17 sen menjadi $106.51 per barel. Kontrak naik 5.1% pada hari Senin, persentase kenaikan terbesar sejak 12 April.

Minyak mentah berjangka WTI untuk pengiriman Agustus naik 36 sen menjadi $102.96 per barel. Kontrak naik 5.1% pada hari Senin dan persentase kenaikan terbesar sejak 11 Mei.

Kontrak WTI Agustus berakhir pada hari Rabu dan kontrak berjangka September yang lebih aktif diperdagangkan berada di $99.74 per barel, naik 32 sen.

GAMBAR BROKER ONLINE

OPEC+

Harga minyak telah terhuyung-huyung di antara kekhawatiran tentang pasokan karena sanksi Barat terhadap minyak mentah Rusia dan pasokan bahan bakar atas konflik Ukraina telah mengganggu arus perdagangan ke penyulingan dan pengguna akhir hingga meningkatnya kekhawatiran bahwa upaya bank sentral untuk menjinakkan lonjakan inflasi dapat memicu resesi yang akan memangkas kebutuhan bahan bakar di masa depan.

"Ketidakseimbangan pasokan/permintaan yang mendasarinya seketat sebelumnya," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior dari OANDA, dalam sebuah catatan. "Harga minyak mungkin telah mencapai puncaknya. Tetapi tentu saja tidak terlihat turun secara material dari sini kecuali kita mendapat kejutan besar dari OPEC+."

Presiden AS Joe Biden mengunjungi eksportir minyak utama Arab Saudi pekan lalu. Biden berharap untuk mencapai kesepakatan tentang dorongan produksi minyak untuk menjinakkan harga bahan bakar.

Baca juga: Kunjungan Biden ke Saudi Berakhir Tanpa Ada Pengumuman Resmi

Namun, pejabat dari Arab Saudi, pemimpin de facto Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak tidak memberikan jaminan yang jelas mengenai peningkatan produksi.

Warren Patterson, kepala Strategi Komoditas dari ING, mengatakan dalam sebuah catatan bahwa pasar akan mencerna kunjungan Presiden Biden. Dengan kesimpulan tidak mungkin OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, yang terkenal sebagai OPEC+ akan meningkatkan produksi lebih agresif daripada yang sudah mereka rencanakan dalam jangka pendek.

Harga minyak mendapat dukungan karena melemahnya dollar AS pada hari Selasa, yang berada di sekitar level terendah satu minggu, membuat minyak yang berdominasi greenback sedikit lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

"USD yang lebih lemah memberikan dukungan ke pasar, bersama dengan kompleks komoditas yang lebih luas," kata Patterson dari ING.

Perkiraan persediaan minyak di AS, konsumen minyak terbesar dunia adalah bahwa pasokan minyak mentah dan sulingan mungkin telah meningkat minggu lalu sementara persediaan bensin kemungkinan turun, menurut jajak pendapat awal Reuters.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt

PRODUCTS
RISK WARNING

Trading leveraged products such as Forex and CFDs may not be suitable for all investors as they carry a high degree of risk to your capital. Please ensure that you fully understand the risks involved, taking into account your investments objectives and level of experience, before trading, and if necessary seek independent advice

SOCIAL MEDIA