BOJ Meningkatkan Pembelian Obligasi Untuk Mempertahankan Batas Imbal Hasil

Broker Online | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker online - BOJ meningkatkan pembelian obligasi pada hari Selasa karena batas imbal hasil berada di bawah tekanan baru. Dampak kenaikan suku bunga global dan menyoroti kesulitannya untuk tetap menjadi outlier dovish dalam gelombang pengetatan moneter global.

Tekad BOJ untuk menjaga imbal hasil tetap rendah telah membantu mendorong yen turun ke posisi terendah 24 tahun terhadap dollar. Kemudian investor telah fokus pada kesenjangan antara suku bunga ultra-rendah Jepang dan ekspektasi kenaikan agresif oleh Federal Reserve AS.

BOJ memperluas pembelian obligasi pada hari Selasa. Dan menawarkan untuk meningkatkan putaran pembelian di seluruh kurva pada hari Rabu. Tujuannya untuk menjatuhkan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) 10-tahun kembali ke batas 0.25%.

Langkah itu terjadi beberapa jam setelah Menteri Keuangan Shunichi Suzuki mengulangi kekhawatirannya tentang penurunan cepat yen baru-baru ini. Dan menyoroti dilema yang Tokyo hadapi karena mengejar dua tujuan yang saling bertentangan, yakni: mempertahankan suku bunga rendah tanpa melemahkan yen lebih lanjut.

"Pelemahan yen yang cepat telah terlihat di pasar valuta baru-baru ini dan saya khawatir," kata Suzuki pada konferensi pers. "Kami akan hati-hati mengawasi pergerakan pasar mata uang dan dampaknya terhadap ekonomi dan harga dengan rasa yang lebih mendesak."

GAMBAR BROKER ONLINE

BOJ

Bank sentral mengatakan dalam sebuah pernyataan "Kami akan membuat perubahan dalam jadwal lelang dan jumlah pembelian langsung JGB sesuai kebutuhan, dengan mempertimbangkan kondisi pasar."

Yen terakhir diperdagangkan pada 134.58 per dolar pada hari Selasa, setelah mencapai level terendah 24 tahun di 135.22 pada hari Senin.

Kelemahan Yen telah menjadi sakit kepala bagi pembuat kebijakan Jepang, karena mendorong kenaikan harga bahan bakar dan bahan baku impor, yang mengarah ke biaya hidup yang lebih tinggi untuk rumah tangga.

Pemerintah dan bank sentral mengeluarkan pernyataan bersama yang langka pada hari Jumat yang mengungkapkan kekhawatiran tentang penurunan tajam yen. Itu adalah peringatan terkuat hingga saat ini bahwa Tokyo dapat melakukan intervensi untuk mendukung mata uang.

Namun pernyataan seperti itu tidak banyak berpengaruh dalam membalikkan tren dollar yang kuat dan luas.

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda telah mengulangi tekad bank untuk mempertahankan suku bunga sangat rendah agar mendukung ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dari kerusakan akibat pandemi.

"Tidak mungkin bank sentral akan menaikkan suku bunga untuk mendukung yen," kata Noriatsu Tanji, kepala strategi obligasi di Mizuho Securities. "Dibandingkan dengan negara lain, Jepang memiliki inflasi yang masih terlalu rendah untuk dikhawatirkan."

Analis memperkirakan BOJ akan mempertahankan suku bunga sangat rendah pada pertemuan kebijakan dua hari yang berakhir pada hari Jumat.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt

PRODUCTS
RISK WARNING

Trading leveraged products such as Forex and CFDs may not be suitable for all investors as they carry a high degree of risk to your capital. Please ensure that you fully understand the risks involved, taking into account your investments objectives and level of experience, before trading, and if necessary seek independent advice

SOCIAL MEDIA