support@cfforex.com | (62) 21 522 1979 | 087883891208 | CFsupport | 5887EC41

CF Akademi
Edukasi

Apa itu Forex?
Definisi forex. Secara sederhana forex adalah pertukaran atau jual beli mata uang. Saat ini pasar forex dipenuhi para pemain yang melakukan transaksi pertukaran mata uang secara elektronik atau dikenal dengan istilah online forex trading. Contoh transaksi forex sehari-hari adalah pertukaran mata uang rupiah dengan dollar di money changer. Jika kita ingin berpergian ke Amerika, maka kita akan membeli dollar di money changer dengan menjual rupiah sesuai nilai mata uang pada hari itu. Begitupun sepulangnya dari Amerika sisa uang dollar dijual di money changer dan kita membeli rupiah. Contoh lainnya adalah transaksi forex pada kegiatan ekspor impor yang melibatkan mata uang yang berbeda. Perbedaan nilai tukar mata uang antar negara dan fluktuasi harga (naik turunnya suatu nilai mata uang) dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan. Pembeli akan mendapatkan untung jika membeli mata uang pada nilai yang rendah dan menjualnya pada saat harga mata uang tersebut naik atau dirasa cukup tinggi.

Pasar Forex
Tidak seperti pada pasar tradisional, karena disini yang diperdagangkan adalah mata uang maka pasarnya (tempat para pedagang/pelaku pasar melakukan jual beli) disebut dengan pasar forex. Siapa saja pelaku pasar forex ini? Sangat beragam: bisa bank(utama), perusahaan besar, negara, institusi, spekulan, dsb. Mengingat skope dan pelakunya yang global/sedunia, pasar/trading forex ini terlihat menjadi sangat menarik, kenapa? Karena itu membuat pasar forex menjadi pasar uang yang paling besar(4T$/Hari), dan sangat likuid(bisa jual dan beli dengan rate seperti di pasaran berapapun jumlahnya). Plus, ini menjadikan pasar forex buka 24 non stop, sehingga kita bisa melakukan trading kapanpun, kita sesuaikan dengan waktu luang kita. Tidak seperti pasar tradisional, pasar forex tidak memiliki lokasi fisik secara khusus, hampir mayoritas sekarang ini dikerjakan melalui jaringan perdaganan elektronik. Jadi proses transaksi bisa terjadi secara cepat dan dalam jumlah yang sangat besar pula. Dengan perkembangan teknologi internet (elektronik) maka akan sangat memudahkan bagi individu baru untuk melakukan trading forex online.

Mengapa Memilih Forex?
Trading forex online telah menjadi sangat populer beberapa dekade terakhir karena forex menawarkan banyak kelebihan dibanding instrumen bisnis atau perdagangan lainnya, antara lain:
  1. Forex Tidak Pernah Tidur
  2. Perdagangan forex berlangsung di seluruh dunia selama jam kerja di negara yang berbeda. Anda bisa melakukan trading selama 24 jam (5 hari) secara online setiap saat. Pasar forex dibuka pada hari Senin pagi waktu WIB hingga Sabtu pagi. Setiap harinya pasar buka mulai dari Sydney pada pukul 04.00 WIB dilanjutkan pasar Asia di Tokyo jam 07.00 kemudian lanjut ke pasar Eropa jam 14.00 dan pasar Amerika jam 20.00. Bisa dipastikan jika pasar Asia tutup maka saat bersamaan pasar Eropa sudah buka, jika pasar Eropa tutup secara bersamaan pasar Amerika buka. Begitu seterusnya.
  3. Buy atau Sell bisa Profit
  4. Tidak seperti perdagangan saham, pada forex trading posisi buy atau sell sama-sama bisa menghasilkan keuntungan. Jika kita anggap bahwa harga akan naik, maka ambil posisi buy. Jika kita anggap harga akan turun, maka ambil posisi sell. Ini artinya kodisi pasar yang sedang naik turun sama-sama bisa melakukan transaksi, baik itu jual atau beli, bisa untung atau rugi.
  5. Biaya yang Rendah
  6. Kebanyakan broker tidak mengenakan biaya komisi per transaksi. Kalaupun ada jumlahnya relatif kecil. Biaya yang dikenakan sebagai keuntungan broker didapat dari spread yang dikenakan, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual, yang selalu ditampilkan pada layar trading Anda.
  7. Tingkat Likuiditas yang Tinggi
  8. Perputaran harian forex rata-rata 4 trilyun dollar AS dan sebagian besar perdagangan terkonsentrasi hanya dalam beberapa mata uang, maka akan selalu ada banyak perdagangan. Hal ini membuat biasanya sangat mudah untuk masuk ke dan keluar dari perdagangan setiap saat, bahkan dalam ukuran besar. Bisa dikatakan bila ingin menjual maka bisa dipastikan akan ada yang membelinya, begitupun sebaliknya.
  9. Adanya Leverage (daya ungkit)
  10. Karena likuiditas yang tinggi di pasar forex, Anda dapat melakukan perdagangan dengan leverage yang cukup besar. Misalnya leverage 100:1. Anda bisa trading sebesar $100,000 (1 lot standar) cukup dengan dana $1,000 saja. Ada juga broker yang menyediakan akun mini dengan leverage hingga 1000:1. Namun perlu diingat, leverage adalah pedang bermata dua, tentu saja, karena secara signifikan dapat meningkatkan kerugian Anda serta keuntungan Anda.
  11. Modal Kecil
  12. Forex trading bisa dilakukan siapapun. Tidak harus bermodal besar atau seorang pengusaha kelas kakap atau perusahaan keuangan dunia. Forex bisa dilakukan oleh individu dengan modal relatif kecil. Banyak broker forex yang membolehkan minimum deposit mulai dari $5, bahkan ada juga penawaran no deposit bonus, artinya tanpa harus deposit seseorang bisa trading dengan modal yang diberikan oleh broker secara gratis. Juga tersedia akun demo yang bisa digunakan untuk berlatih.
  13. Eksposur Internasional
  14. Di era ini, ketika dunia menjadi lebih global, investor memburu peluang di mana saja mereka bisa. Jika Anda ingin mengambil peluang yang luas dan berinvestasi di negara lain (atau sell it short!), Forex adalah cara mudah untuk mendapatkan eksposur sambil menghindari keanehan seperti undang-undang sekuritas asing dan laporan keuangan dalam bahasa lain.

Tujuan Trading Forex
Secara sederhana dan pada dasarnya, tujuan kita trading adalah untuk meraih profit atau keuntungan. Jadi inilah yang nantinya menjadi salah satu tujuan akhir dan utama dalam proses belajar kita. Anda bisa meraih profit tak terhingga dalam waktu yg cepat dalam trading forex, namun hal ini seperti pedang bermata dua, Anda juga bisa bangkrut mendadak, jadi bijak dan hati-hatilah. Dalam perjalanan menjadi trader sukses biasanya tanpa disadari Anda akan mendapat dan berubah menjadi figur yg lebih desiplin, sabar, penuh perhitungan, dan dapat mengontrol diri dengan baik. Karena Anda tidak mungkin memperoleh profit yg stabil tanpa itu semua.

Peluang Trading Forex
Perputaran uang yang besar pada pasar forex, serta sesi perdagangan yang selalu buka 24 jam, dari Senin hingga Jumat, investor menjadikan investasi forex ini alternatif mencari keuntungan. Transaksi forex dapat memberikan keuntungan yang besar dalam waktu cepat. Suatu pair forex (sebagai contoh GBPUSD dan EURUSD) bergerak dinamis dalam ukuran pips = 100 s/d 250 pips per harinya. Nah, dari pergerakan 100-250 pips inilah, investor dapat memanfaatkan atau melihat ini sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan. Biasanya nilai 1 pips itu sama dengan $10. Jadi berapakah potensi keuntungannya ? Sekitar $2,500,- (duaribu limaratus dolar) per hari. Investor dapat juga mengatur nilai 1 pips sama dengan $1, sehingga potensi keuntungannya adalah sekitar $250,- (duaratus limapuluh dolar) per hari. Perbedaan nilai ini ada pada leverage yang digunakan. Mengenal Jenis Akun Forex (StAndar, Mikro, & Mini)
Beberapa tipe akun utama yang ditawarkan broker berdasarkan tingkatannya yaitu akun stAndar, mini, dan mikro. Masing-masing akun mempunyai spesifikasi yang berbeda. Seorang trader perlu memperhatikan dan mempertimbangkan kemampuannya dalam menanggung suatu resiko, mengukur besaran investasi di awal, dan juga banyaknya waktu yang dimiliki untuk melakukan trading di forex market setiap harinya. Berikut ini perbedaan tiga jenis akun forex mikro, mini, dan stAndard.


Standar
  • 1 lot bernilai $100,000
  • Leverage umumnya 100:1
  • Nilai per pip = $10
  • Modal awal untuk 1 lot dengan leverage 100:1 adalah minimal $1000
Akun standar adalah akun yang paling umum. Setiap trader akan mendapatkan akses ke banyak pasangan mata uang yang masing-masing bernilai $100,000. Dengan adanya leverage 100:1 maka Anda tidak diharuskan memiliki dana sebesar $100,000 tersebut melainkan hanya seperseratusnya saja yakni $1000 sebagai modal minimal yang dijadikan jaminan. Jumlah inilah yang dibutuhkan untuk bisa melakukan trading 1 lot pada akun standar.

Mini
  • 1 lot bernilai $10,000
  • Leverage umumnya bisa lebih besar dari 100:1
  • Nilai per pip = $1
  • Modal awal untuk 1 lot dengan leverage 100:1 adalah minimal $100
Sebuah akun mini memungkinkan para trader untuk melakukan transaksi menggunakan mini lot. Pada kebanyakan broker, mini lot sama dengan $10,000 atau sepersepuluh dari rekening standar. Sebagian besar broker yang menawarkan akun standard juga akan menawarkan akun mini sebagai cara untuk mendapatkan klien baru, yang ragu-ragu untuk melakukan trading secara penuh karena investasi yang dibutuhkan. Kelebihan akun mini yaitu resiko yang rendah dan modal yang dibutuhkan juga kecil. Kekurangannya adalah imbalan yang didapat juga lebih kecil, $1 per pip.

Mikro
  • 1 lot bernilai $1000
  • Leverage umumnya lebih besar dari 100:1
  • Nilai per pip = $0.1
  • Modal awal untuk 1 lot dengan leverage 100:1 adalah minimal $10
Akun mikro hanya memakai sepersepuluh dari rekening mini atau $1.000. Ini artinya trader pemula bisa memakai akun mikro untuk berlatih trading secara live. Dengan satuan mulai dari 0.01 lot, sementara minimal modal yang dianjurkan di atas $100.

Menghitung Profit Loss Forex
Dalam menghitung profit loss forex, Anda perlu mengetahui tentang istilah-istilah Indirect Rates Pair, Direct Rates Pair, dan Cross Rates Pair. Ini penting sekali sebagai dasar pengetahuan bermain forex. Menguasai hal ini akan memudahkan Anda untuk mengetahui nilai profit dan loss trading forex Anda. Perhatikan penjelasan di bawah ini: Jumlah contract size yang digunakan adalah dalam satuan lot, yaitu:
  • Standard lot (100.000$)
  • Mini lot (10.000$)
  • Micro lot (1000$)

Untuk Direct Rates Pair
Direct rates pair adalah pair dengan USD sebagai akhiran(GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dan NZD/USD), cara perhitungannya, Profit / loss = (Harga Jual - Harga Beli) x contract size x lot

Contoh :
Buy 4 lot standard EUR/USD 1.2500 lalu Sell 4 lot stAndard EUR/USD 1.2570
Profit = (1.2570 - 1.2500) x 100.000 x 4
Profit = $2.800

Sell 1 lot standard GBP/USD 2.0010, Buy 1 lot standard GBP/USD 2.0000
Profit = (1.2010 - 1.2000) x 100.000 x 1
Profit = $100

Ada cara perhitungan mudah untuk pair yang berakhiran USD yaitu :
  • keuntungan 1 point untuk 1 standard lot (100.000) adalah $10.
  • keuntungan 1 point untuk 1 lot mini (10.000) adalah $1
  • keuntungan 1 point untuk 1 micro lot (1.000) adalah $0.1

Untuk Indirect Rates Pair
Indirect rates pair adalah pair dengan USD sebagai awalan(USD/JPY, USD/CHF, dan USD/CAD), cara perhitungan profit/loss adalah sebagai berikut : Profit/loss = (Harga Jual - Harga Beli) / Harga Likuidasi x contract size x lot

Contoh :
Buy 1 lot standard USD/JPY 110.00
Sell 1 lot standard USD/JPY 110.05
Profit = (110.05 - 110.00) / 110.05 x 100.000 x 1 = $45.43

Untuk mata uang Cross Rates
Pair yang tidak mengandung USD(GBP/JPY, EUR/JPY, AUD/JPY, EUR/GBP,dan GBP/CHF) cara perhitungan profit/loss adalah sebagai berikut :
Profit = (Harga Jual - Harga Beli) x Rate Base Currency Saat Ini / Rate Pair x contract size x lot

Contoh :
Sell 1 lot standard EUR/GBP pada harga 0.6760
(EUR/USD merupakan base currency dari EUR/GBP, karena bagian depan EUR /GBP adalah Base Currency)
Buy 1 lot standard EUR/GBP pada harga 0.6750 Rate EUR/USD : 1.1840
Profit = (0.6760 - 0.6750) x 1.1840 / 0.6750 x 100.000
Profit = $175,4

Margin dan Leverage
Istilah margin leverage dalam forex margin trading berarti jika ingin melakukan trading sebesar $10.000, Anda tak perlu menyediakan $10.000 tapi cukup menyediakan $100 ini berarti leverage 1:100. Sebagai dana jaminan kepada broker Anda. Nilai leverage ini variatif biasanya dalam rasio 1:50, 1:100, dan 1:200.

Jadi semisal Anda memiliki cash $1000 di broker yang memiliki Leverage 1:100. Artinya Anda dapat trading dengan jumlah hingga mendekati $100.000 (atau hampir 100 x lipat modal Anda). Hal ini juga berarti bahwa untuk menggunakan contract size $100.000.

Keuntungan dari leverage adalah dengan modal lebih kecil Anda dapat bertrading dengan jumlah contract size / lot yang sama dengan jika Anda tak menggunakan Leverage. Atau dapat dikatakan, dengan modal yang sama besar, Anda dapat menggunakan contract size lebih besar daripada tak menggunakan Leverage. Maka dengan modal sama, Anda memiliki peluang mendapatkan profit per pip yang lebih besar.

Dasar Hukum Perdagangan Berjangka Komoditi
Undang Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:
  1. Perdagangan Berjangka Komoditi, yang selanjutnya disebut Perdagangan Berjangka, adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli Komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opsi atas Kontrak Berjangka.
  2. Komoditi, adalah barang dagangan yang menjadi subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa Berjangka.
  3. Bursa Berjangka, adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk kegiatan jual beli Komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opsi atas Kontrak Berjangka.
  4. Kontrak Berjangka, adalah suatu bentuk kontrak standar untuk membeli atau menjual Komoditi dalam jumlah, mutu, jenis, tempat, dan waktu penyerahan di kemudian hari yang telah ditetapkan, dan termasuk dalam pengertian Kontrak Berjangka ini adalah Opsi atas Kontrak Berjangka.
  5. Opsi atas Kontrak Berjangka, yang selanjutnya disebut Opsi, adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pembeli untuk membeli atau menjual Kontrak Berjangka atas Komoditi tertentu pada tingkat harga, jumlah, dan jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan terlebih dahulu dengan membayar sejumlah premi.
  6. Lembaga Kliring dan Penjaminan Berjangka, yang selanjutnya disebut Lembaga Kliring Berjangka, adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk pelaksanaan kliring dan penjaminan transaksi di Bursa Berjangka.
  7. Pihak adalah orang perseorangan, koperasi, badan usaha lain, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok orang perseorangan dan/atau perusahaan yang terorganisasi.
  8. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), adalah Pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari kegiatan Perdagangan Berjangka dilakukan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari dilakukan dengan tujuan : a. mewujudkan kegiatan Perdagangan Berjangka yang teratur, wajar, efisien, dan efektif serta dalam suasana persaingan yang sehat; b. melindungi kepentingan semua pihak dalam Perdagangan Berjangka; c. mewujudkan kegiatan Perdagangan Berjangka sebagai sarana pengelolaan risiko harga dan pembentukan harga yang transparan.
  9. Anggota Bursa Berjangka adalah Pihak yang mempunyai hak untuk menggunakan sistem dan/atau sarana Bursa Berjangka, sesuai dengan peraturan dan tata tertib Bursa Berjangka.
  10. Anggota Lembaga Kliring dan Penjaminan Berjangka, yang selanjutnya disebut Anggota Kliring Berjangka adalah Anggota Bursa Berjangka yang mendapat hak dari Lembaga Kliring Berjangka untuk melakukan kliring dan mendapatkan penjaminan dalam rangka penyelesaian transaksi Kontrak Berjangka.
  11. Pialang Perdagangan Berjangka, yang selanjutnya disebut Pialang Berjangka, adalah badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli Komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka atas amanat Nasabah dengan menarik sejumlah uang dan/atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.
  12. Pedagang Kontrak Berjangka, yang selanjutnya disebut Pedagang Berjangka, adalah Anggota Bursa Berjangka yang hanya berhak melakukan transaksi Kontrak Berjangka di Bursa Berjangka untuk diri sendiri atau kelompok usahanya.
  13. Nasabah, adalah Pihak yang melakukan transaksi Kontrak Berjangka melalui rekening yang dikelola oleh Pialang Berjangka.
  14. Margin, adalah sejumlah uang atau surat berharga yang harus ditempatkan oleh Nasabah pada Pialang Berjangka, Pialang Berjangka pada Anggota Kliring Berjangka, atau Anggota Kliring Berjangka pada Lembaga Kliring Berjangka untuk menjamin pelaksanaan transaksi Kontrak Berjangka.

Nasabah Yang Dilarang Untuk Melakukan Transaksi Kontrak Berjangka Komoditi
  1. Tidak cakap melakukan perbuatan hukum.
  2. Usia kurang dari 21 tahun.
  3. Yang telah dinyatakan pailit oleh pengadilan dalam jangka waktu lima tahun terakhir.
  4. Pejabat atau pegawai Bappebti, BBJ, atau lembaga KBI.

Risiko Nasabah Dibidang Perdagangan Berjangka Komoditi
  1. Kemungkinan kerugian atau keuntungan dalam perdagangan Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif bisa mencapai jumlah yang sangat besar. Nasabah harus berhati-hati dalam memutuskan untuk melakukan transaksi, apakah kondisi keuangan Nasabah mencukupi atau tidak.
  2. Perdagangan Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif belum tentu layak bagi semua investor. Nasabah dapat menderita kerugian dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu singkat. Jumlah kerugian uang dimungkinkan dapat melebihi jumlah uang yang pertama kali Nasabah setor (Margin Awal) ke Pialang Berjangka. Nasabah mungkin menderita kerugian seluruh Margin dan Margin tambahan yang ditempatkan pada Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif Nasabah. Hal ini disebabkan Perdagangan Berjangka sangat dipengaruhi oleh mekanisme leverage, dimana dengan jumlah investasi dalam bentuk yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan aset yang bernilai jauh lebih tinggi. Apabila Nasabah tidak siap dengan risiko seperti ini, sebaiknya Nasabah tidak melakukan perdagangan Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif.
  3. Perdagangan Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif mempunyai risiko dan mempunyai kemungkinan kerugian yang tidak terbatas yang jauh lebih besar dari jumlah uang yang disetor (Margin) ke Pialang Berjangka. Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif sama dengan produk keuangan lainnya yang mempunyai risiko tinggi, Nasabah sebaiknya tidak menaruh risiko terhadap dana yang Nasabah tidak siap untuk menderita rugi, seperti tabungan pensiun, dana kesehatan atau dana untuk keadaan darurat, dana yang disediakan untuk pendidikan atau kepemilikan rumah, dana yang diperoleh dari pinjaman pendidikan atau gadai, atau dana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  4. Berhati-hatilah terhadap pernyataan bahwa Nasabah pasti mendapatkan keuntungan besar dari perdagangan Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif. Meskipun perdagangan Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif dapat memberikan keuntungan yang besar dan cepat, namun hal tersebut tidak pasti, bahkan dapat menimbulkan kerugian yang besar dan cepat juga. Seperti produk keuangan lainnya, tidak ada yang dinamakan "pasti untung".
  5. Disebabkan adanya mekanisme leverage dan sifat dari transaksi Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif, Nasabah dapat merasakan dampak bahwa Nasabah menderita kerugian dalam waktu cepat. Keuntungan maupun kerugian dalam transaksi akan langsung dikredit atau didebet ke rekening Nasabah, paling lambat secara harian. Apabila pergerakan di pasar terhadap Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif menurunkan nilai posisi Nasabah dalam Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif, dengan kata lain berlawanan dengan posisi yang Nasabah ambil, Nasabah diwajibkan untuk menambah dana untuk pemenuhan kewajiban Margin ke perusahaan Pialang Berjangka. Apabila rekening Nasabah berada dibawah minimum Margin yang telah ditetapkan Lembaga Kliring Berjangka atau Pialang Berjangka, maka posisi Nasabah dapat dilikuidasi pada saat rugi, dan Nasabah wajib menyelesaikan defisit (jika ada) dalam rekening Nasabah.
  6. Pada saat pasar dalam keadaan tertentu, Nasabah mungkin akan sulit atau tidak mungkin melikuidasi posisi. Pada umumnya Nasabah harus melakukan transaksi mengambil posisi yang berlawanan dengan maksud melikuidasi posisi (offset) jika ingin melikuidasi posisi dalam Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif. Apabila Nasabah tidak dapat melikuidasi posisi Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif, Nasabah tidak dapat merealisasikan keuntungan pada nilai posisi tersebut atau mencegah kerugian yang lebih tinggi. Kemungkinan tidak dapat melikuidasi dapat terjadi, antara lain: jika perdagangan berhenti dikarenakan aktivitas perdagangan yang tidak lazim pada Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif atau subjek Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif, atau terjadi kerusakan sistem pada Pialang Berjangka Peserta Sistem Perdagangan Alternatif atau Pedagang Berjangka Penyelenggara Sistem Perdagangan Alternatif. Bahkan apabila Nasabah dapat melikuidasi posisi tersebut, Nasabah mungkin terpaksa melakukannya pada harga yang menimbulkan kerugian besar.
  7. Pada saat pasar dalam keadaan tertentu, Nasabah mungkin akan sulit atau tidak mungkin mengelola risiko atas posisi terbuka Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif dengan cara membuka posisi dengan nilai yang sama namun dengan posisi yang berlawanan dalam kontrak bulan yang berbeda, dalam pasar yang berbeda atau dalam "subjek Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif" yang berbeda. Kemungkinan untuk tidak dapat mengambil posisi dalam rangka membatasi risiko yang timbul, contohnya; jika perdagangan dihentikan pada pasar yang berbeda disebabkan aktivitas perdagangan yang tidak lazim pada Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif atau "Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif".
  8. Nasabah dapat menderita kerugian yang disebabkan kegagalan sistem informasi. Sebagaimana yang terjadi pada setiap transaksi keuangan, Nasabah dapat menderita kerugian jika amanat untuk melaksanakan transaksi Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif tidak dapat dilakukan karena kegagalan sistem informasi di Bursa Berjangka, Pedagang Penyelenggara Sistem Perdagangan Alternatif, maupun sistem di Pialang Berjangka Peserta Sistem Perdagangan Alternatif yang mengelola posisi Nasabah. Kerugian Nasabah akan semakin besar jika Pialang Berjangka yang mengelola posisi Nasabah tidak memiliki sistem informasi cadangan atau prosedur yang layak.
  9. Semua Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif mempunyai risiko, dan tidak ada strategi berdagang yang dapat menjamin untuk menghilangkan risiko tersebut. Strategi dengan menggunakan kombinasi posisi seperti spread, dapat sama berisiko seperti posisi long atau short. Melakukan Perdagangan Berjangka memerlukan pengetahuan mengenai Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif dan pasar berjangka.
  10. Strategi perdagangan harian dalam Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif dan produk lainnya memiliki risiko khusus. Seperti pada produk keuangan lainnya, pihak yang ingin membeli atau menjual Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif yang sama dalam satu hari untuk mendapat keuntungan dari perubahan harga pada hari tersebut ("day traders") akan memiliki beberapa risiko tertentu antara lain jumlah komisi yang besar, risiko terkena efek pengungkit ("exposure to leverage"), dan persaingan dengan pedagang profesional. Anda harus mengerti risiko tersebut dan memiliki pengalaman yang memadai sebelum melakukan perdagangan harian ("day trading").
  11. Menetapkan amanat bersyarat, Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan
    Alternatif dilikuidasi pada keadaan tertentu untuk membatasi rugi (stop loss), mungkin tidak akan dapat membatasi kerugian Nasabah sampai jumlah tertentu saja. Amanat bersyarat tersebut mungkin tidak dapat dilaksanakan karena terjadi kondisi pasar yang tidak memungkinkan melikuidasi Kontrak Multilateral dan Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif.

Yang Wajib Dilakukan Oleh Pialang Berjangka Sebelum Nasabah Membuka Rekening Transaksi Kontrak Berjangka Komoditi
  1. Memberitahukan dan menjelaskan tentang keterangan perusahaan yang dimuat dalam Dokumen Keterangan Perusahaan, resikonya dihadapi dalam Perdagangan Berjangka Komoditi yang dimuat dalam Dokumen Pernyataan Adanya Resiko, dan isi Perjanjian Pemberian Amanat yang isi dan bentuknya ditetapkan Bappebti.
  2. Memberikan informasi yang jelas dan tidak menyesatkan mengenai prosedur Perdagangan Berjangka Komoditi.
  3. Menjelaskan isi Perjanjian Pemberian Amanat Kontrak Berjangka yang akan ditransaksikan oleh Nasabah.
  4. Menerima dokumen sebagaimana dimaksud poin pertama yang telah ditAndatangani dan diberi tanggal oleh nasabah sebagai tAnda bukti telah mengerti dan menyetujui isi dokumen serta prosedur transaksi Kontrak Berjangka.
  5. Segera memberitahukan kepada seluruh nasabah, apabila ada perubahan dalam peraturan yang berlaku.
  6. Meneliti semua informasi yang diberikan oleh Nasabah dalam permohonan pembukaan rekening untuk meyakinkan tidak adanya kesalahan atau kekurangan dalam pengisian.

1. Analisa Fundamental
Analisa fundamental adalah analisa yang mengAndalkan berita-berita yang terjadi di pasar dunia. Atau yang sedang beredar di market. Kandungan berita ini menjadi penggerak emosi market trader untuk menentukan nilai suatu mata uang, saham, atau instrumen yang lain. Nasabah harus dapat memahami dan mampu membaca, analisa fundamental Salah satu contohnya adalah kenaikan suku bunga Bank Sentral oleh The Fed (bank sentralnya US) dapat berarti menguatnya Dollar. Naiknya harga petrolleum akan mengerek saham-saham yang berhubungan dengan komoditas, dsb. Jika Nasabah tidak menyukai analisa yang rumit-rumit (hitungan dan grafik), maka kini saatnya Nasabah untuk mempelajari analisa fundamental ini.
Untuk mempelajari analisa fundamental dengan benar maka Nasabah harus mempelajari ilmu ekonomi, financial secara makro. Misalnya mengapa kenaikan suku bunga dapat menjadikan nilai mata uang menguat. Disini tidak akan dijelaskan secara mendetail tentang hukum-hukum ekonomi tersebut. Namun ada beberapa berita (indikator ekonomi) yang sekiranya dapat Nasabah gunakan sebagai acuan.
Kondisi politik & perekonomian Amerika sangat berpengaruh kepada kondisi perekonomian dunia, karena itu news dan data ekonomi AS sering dijadikan sebagai acuan oleh para investor terhadap pergerakan mata uang utama dunia.
ilai forecast (prediksi) dari news tersebut. Umumnya jika selisih antara nilai aktual dan nilai forecastnya cukup besar, maka pergerakan harga akan lebih drastis daripada jika selisihnya sedikit atau sesuai dengan prediksi. Tapi sekali lagi, ada faktor-faktor lain yang perlu Nasabah perhatikan bila ingin menggunakan teknik News Trading.

Faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan untuk News Trading:
  1. Jenis-jenis economic news apa saja yang dianggap penting oleh pasar dan berpotensi menyebabkan pergerakan harga yang cukup besar (drastis). Semakin penting maka biasanya pergerakan harga yang terjadi juga semakin besar.
  2. Berapa besar selisih nilai aktual dan forecast (prediksi) dari news. Semakin besar selisih nilai aktual dengan forecast, semakin besar pula pergerakan harga yang terjadi.
  3. Range High-Low Daily (Range Harian) beberapa saat sebelum news diumumkan. Semakin kecil range harian dari mata uang yang bersangkutan sebelum pengumuman news, biasanya pergerakan harga relatif lebih besar.
  4. Jenis Pair mata uang yang Nasabah gunakan, Spread yang membesar, dan Slippage. Ada pair tertentu yang sedikit "aneh", karena meskipun ada news yang seharusnya cukup penting untuk pair tersebut, tapi tidak terjadi pergerakan harga yang cukup besar, bahkan ada kalanya harga hampir tak bergerak.
Ada 2 cara yang sering digunakan Nasabah untuk trading berdasarkan news (News Trading):
  1. Menggunakan Stop Buy dan Stop Sell Order
    Teknik ini dilakukan dengan menggunakan Stop Buy dan Stop Sell pending order sebelum news penting diumumkan. Keuntungannya adalah jika harga bergerak tidak sesuai prediksi, masih memungkinkan untuk mendapat profit. Resikonya dapat diminimalkan dengan cara menginput stop loss yang disesuaikan dengan jenis news tersebut.Kelemahan dari teknik ini adalah jika terjadi whipsaw, yaitu ketika pasar bergerak tak beraturan ke 2 arah yang berbeda secara cepat (contoh : harga naik, turun, dan naik lagi dalam waktu yang relatif singkat).
  2. Trade Langsung di harga pasar pada saat news diumumkan
    Teknik ini dilakukan dengan cara membandingkan selisih nilai aktual dan forecast dari news tertentu. Jika selisihnya cukup besar maka trader akan langsung open buy atau sell pada harga market.Keuntungan dari teknik ini adalah kemungkinan untuk mendapatkan profit yang lebih besar daripada teknik 1 di atas.Kelemahannya adalah jika pergerakan pasar tidak berlangsung semestinya, maka trader yang bersangkutan akan mengalami loss yang cukup besar karena tak ada stop loss untuk melindungi posisinya tersebut. Jika Nasabah ingin menggunakan teknik ini maka sebaiknya Nasabah memiliki sumber news yang sangat baik. Bagi Nasabah yang masih pemula, sebaiknya jangan menggunakan teknik ini karena sangat beresiko.

2. Analisa Teknikal
Analisa teknikal adalah analisa untuk menentukan arah pergerakan harga dimasa depan dengan menggunakan grafik data masa lalu dan data sekarang.
Analisa teknikal fokus pada Harga. Karena harga adalah refleksi transaksi antara penawaran dan permintaan dari para trader. Jika harganya naik ini menunjukan banyaknya permintaan dibandingkan penawaran.juga sebaliknya jika haranya turun ini menunjukan terlalu banya penawaran dibandingkan dengan permintaan.
Analisa teknikal yang baik adalah analisa dengan cara yang simple.karena semakin rumit sebuah analisa, terkadang membuat bingung seorang trader dalam mengambil keputusan. Karena fokus pada harga, analisa teknikal dapat menjawab pertanyaan " Ada apa dengan harganya? Kemana akan bergerak?"
Inti dari menganalisa secara teknikal adalah Nasabah akan memprediksi arah grafik market dengan cara membaca pola candlestick, pola chart, indikator, support, resistence, garis trend dan lainnya.

Kelebihan analisa teknikal
  1. Fokus pada harga
    Karena tujuan kita menganalisa adalah untuk memprediksi pergerakan harga dimasa mendatang, maka masuk akal untuk memfokuskan diri pada pergerakan harga, baik harga masa lalu maupun harga yang sedang terjadi. Sehingga kita tidak dipusingkan dengan berita apa yang beredar.
  2. Adanya Entry point dan Exit point
    Dengan analisa teknikal kita dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk transaksi (entry point) dan kapan waktunya untuk keluar dari pasar (exit point) dengan jelas. Sehingga kita tidak membuang waktu untuk transaksi yang tidak efektif.
  3. Mudah
    Dengan adanya history data pada grafik kita dapat mebaca apa yang sedang terjadi dengan market. Sehingga begitu melihat sebuah peluang kita dapat langsung bertransaksi.
Kelemahan Analisa teknikal diantaranya
  1. Data yang ditampilkan sangat terlambat
    Data yang dihasilkan oleh Indikator-indikator pada analisa teknikal itu mengunakan data sebelumnya, sehingga pada saat Data dari indikator mengatakan harga akan NAIK, sebenarnya harga itu sendiri sudah naik.
  2. Tidak Objektif
    Sebuah data yang ditampilkan pada grafik analisa teknikal dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda oleh setiap trader.
  3. Memiliki level harga yang berubah-ubah
Dalam analisa teknikal dikenal adanya level support dan resistance ,yaitu level kritis yang dapat menjadi titik tolak harga balik arah. Namun dalam kenyataannya level ini selalu berubah, terkadang lebih tinggi atau lebih rendah. Hal ini banyak membuat trader tertipu.
Dalam analisa teknikal dikenal ada tiga macam grafik atau chart yang dapat kita analisa untuk menghasilkan keputusan yaitu :
  1. Line Chart
    Line chart adalah grafik yang ditunjukan dengan sebuah garis. Garis ini diambil dari harga penutupan pada periode tertentu. Line Chart biasanya tidak dapat dijadikan acuan untuk mengambil keputusan, kecuali dikombinasikan dengan indicator.
  2. Bar Chart
    Bar Chart adalah grafik yang terbentuk dari kumpulan batang harga yang memberikan kita informasi berupa Harga Pembukaan (open), Harga Tertinggi (High), Harga Terendah (low) dan Harga Penutupan (close). Bar Chart bias dikatakan lebih komplit daripada Line Chart karena dengan hanya 1 (satu) bar chart saja sudah memberikan informasi yang cukup untuk mengambil keputusan.
  3. Candlestick Chart
    Candlestick Chart adalah grafik yang terbentuk dari kumpulan harga yang berbentuk batang lilin. Tidak jauh berbeda dengan Bar Chart, didalam candlestick chart kita memperoleh informasi tentang Open, High, Low dan Close dari periode tertentu.Hanya saja bentuknya berbeda dengan Bar Chart, Bentuk dari candle stick chart lebih gemuk.

Hak Nasabah
1. Nasabah berhak mengetahui ijin/license perusahaan Pialang Berjangka terdiri dari :
a. Ijin resmi dari Bappebti;
b. anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ);
c. anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI);
d. Peserta Sistem Perdagangan Alternatif (SPA);
e. Peserta Sistem Penerimaan Nasabah Secara Elektronik Online.
2. Nasabah berhak menanyakan langsung atau membuka
Situs resmi Bappebti http//:www.bappebti.go.id
Situs resmi Bursa Berjangka Jakarta (BBJ/JFX) http//:www.jfx.co.id
Situs resmi Kliring Berjangka Indonesia (KBI) http//:www.ptkb.com
3. Nasabah berhak mengetahui berapa jumlah Wakil Pialang perusahaan Pialang Berjangka.
4. Nasabah berhak mengetahui berapa lama perusahaan berdiri.

Kewajiban Nasabah
1. Nasabah wajib mengetahui risiko Perdagangan Berjangka Komoditi.
2. Nasabah wajib mengetahui alamat kantor pusat/cabang (bila ada).
3. Nasabah wajib mengetahui nama-nama Wakil Pialang yang dimiliki oleh perusahaan Pialang Berjangka.
4. Nasabah wajib mengetahui Nomor Rekening Terpisah (Segregated Account) perusahaan Pialang Berjangka.
5. Nasabah wajib membaca, mengerti dan memahami isi dari Perjanjian Pemberian Amanat.
6. Nasabah wajib mengisi formulir Aplikasi Pembukaan Rekening pada Perjanjian Pemberian Amanat.
7. Nasabah wajib melakukan Simulasi Demo Account terlebih dahulu sebelum melakukan Real Trading.
8. Nasabah wajib membaca, mengerti dan memahami isi trading Rules perusahaan Pialang Berjangka.
9. Nasabah wajib mengetahui bahwa sangat dilarang keras melakukan transfer dana margin awal sebelum Wakil Pialang perusahaan Pialang Berjangka melakukan verifikasi dan konfirmasi terlebih dahulu.
10. Nasabah wajib mengetahui bahwa :
• Password pada trading platform bersifat rahasia dan hanya diberikan kepada nasabah yang bersangkutan, apabila password tersebut jatuh ke pihak lain, sekalipun itu pegawai perusahaan Pialang Berjangka yang tidak memiliki otoritas mengeluarkan password, maka hal itu dianggap sebagai keteledoran nasabah, dan menjadi tanggung jawab nasabah sepenuhnya.
• Perjanjian apapun yang dilakukan oleh nasabah diluar dokumen Perjanjian Pemberian Amanat, dokumen Pemberitahuan Adanya Risiko, serta semua ketentuan dan peraturan perdagangan trading rules adalah diluar tanggung jawab perusahaan Pialang Berjangka, dan hal tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab nasabah, sekalipun bila perjanjian tersebut berkaitan dengan pegawai PT. Cyber Futures yang bertindak secara pribadi.
11. Dalam hal margin dan pembayaran lainnya Nasabah wajib mengetahui :
a. Nasabah wajib menempatkan sejumlah dana (Margin) ke Rekening Terpisah (Segregated Account) Pialang Berjangka sebagai Margin Awal dan wajib mempertahankannya sebagaimana ditetapkan.
b. Nasabah wajib membayar biaya-biaya yang diperlukan untuk transaksi, yaitu biaya transaksi, pajak, komisi, dan biaya pelayanan, biaya bunga sesuai tingkat yang berlaku, dan biaya lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan berkaitan dengan transaksi sesuai amanat Nasabah, maupun biaya rekening Nasabah.
12. Dalam hal pelaksanaan transaksi Kontrak Multilateral Nasabah wajib mengetahui :
a. Setiap amanat yang disampaikan oleh Nasabah dianggap sah apabila diterima oleh Pialang Berjangka sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dapat berupa amanat tertulis yang ditAnda tangani oleh Nasabah, amanat telepon yang direkam,dan/atau amanat transaksi elektronik lainnya.
b. Setiap amanat Nasabah yang diterima dapat langsung dilaksanakan sepanjang nilai Margin yang tersedia pada rekeningnya mencukupi dan eksekusinya dapat menimbulkan perbedaan waktu terhadap proses pelaksanaan transaksi tersebut. Nasabah harus mengetahui posisi Margin dan posisi terbuka sebelum memberikan amanat untuk transaksi berikutnya.
c. Setiap transaksi Nasabah secara multilateral dimasukkan langsung ke system JaFETS Platform di Bursa oleh Pialang Berjangka.
13. Dalam hal pelaksanaan transaksi Kontrak Derivatif dalam Sistem Perdagangan Alternatif Nasabah wajib mengetahui :
a. Setiap transaksi Nasabah dilaksanakan secara elektronik on-line oleh Nasabah yang bersangkutan;
b. Setiap amanat Nasabah yang diterima dapat langsung dilaksanakan sepanjang nilai Margin yang tersedia pada rekeningnya mencukupi dan eksekusinya dapat menimbulkan perbedaan waktu terhadap proses pelaksanaan transaksi tersebut. Nasabah harus mengetahui posisi Margin dan posisi terbuka sebelum memberikan amanat untuk transaksi berikutnya.
c. Setiap transaksi Nasabah secara bilateral dilawankan dengan Penyelenggara Sistem Perdagangan Alternatif Pedagang Berjangka yang bekerjasama dengan Pialang Berjangka.
14. Dalam hal kewajiban Memelihara Margin Nasabah wajib mengetahui :
a. Nasabah wajib memelihara/memenuhi tingkat Margin yang harus tersedia di rekening pada Pialang Berjangka sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan baik diminta ataupun tidak oleh Pialang Berjangka.
b. Apabila jumlah Margin memerlukan penambahan maka Pialang Berjangka wajib memberitahukan dan memintakan kepada Nasabah untuk menambah Margin segera.
c. Apabila jumlah Margin memerlukan tambahan (Call Margin) maka Nasabah wajib melakukan penyerahan Call Margin selambat-lambatnya sebelum dimulai hari perdagangan berikutnya. Kewajiban Nasabah sehubungan dengan penyerahan Call Margin tidak terbatas pada jumlah Margin awal.
d. Pialang Berjangka tidak berkewajiban melaksanakan amanat untuk melakukan transaksi yang baru dari Nasabah sebelum Call Margin dipenuhi.
e. Untuk memenuhi kewajiban Call Margin dan keuangan lainnya dari Nasabah, Pialang Berjangka dapat mencairkan dana Nasabah yang ada di Pialang Berjangka.
15. Nasabah wajib bertanggung jawab memantau/mengetahui posisi terbukanya secara terus-menerus dan memenuhi kewajibannya. Apabila dalam jangka waktu tertentu dana pada rekening Nasabah kurang dari yang dipersyaratkan, Pialang Berjangka dapat menutup posisi terbuka Nasabah secara keseluruhan atau sebagian, membatasi transaksi, atau tindakan lain untuk melindungi diri dalam pemenuhan Margin tersebut dengan terlebih dahulu memberitahu atau tanpa memberitahu Nasabah dan Pialang Berjangka tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat tindakan tersebut.
16. Dalam hal Penggantian Kerugian Tidak Adanya Penutupan Posisi Nasabah wajib mengetahui :
Apabila Nasabah tidak mampu melakukan penutupan atas transaksi yang jatuh tempo, Pialang Berjangka dapat melakukan penutupan atas transaksi Nasabah yang terjadi. Nasabah wajib membayar biaya-biaya, termasuk biaya kerugian dan premi yang telah dibayarkan oleh Pialang Berjangka, dan apabila Nasabah lalai untuk membayar biaya-biaya tersebut, Pialang Berjangka berhak untuk mengambil pembayaran dari dana Nasabah.
17. Nasabah wajib mengakui hak Pialang Berjangka untuk membatasi posisi terbuka Kontrak dan Nasabah tidak melakukan transaksi melebihi batas yang telah ditetapkan tersebut.
18. Nasabah wajib mengetahui bahwa tidak ada jaminan atas Informasi atau rekomendasi. Nasabah mengakui bahwa :
a. Informasi dan rekomendasi yang diberikan oleh Pialang Berjangka kepada Nasabah tidak selalu lengkap dan perlu diverifikasi.
b. Pialang Berjangka tidak menjamin bahwa informasi dan rekomendasi yang diberikan merupakan informasi yang akurat dan lengkap.
c. Informasi dan rekomendasi yang diberikan oleh Wakil Pialang Berjangka yang satu dengan yang lain mungkin berbeda karena perbedaan analisis fundamental atau teknikal. Nasabah menyadari bahwa ada kemungkinan Pialang Berjangka dan pihak terafiliasinya memiliki posisi di pasar dan memberikan rekomendasi tidak konsisten kepada Nasabah.
19. Nasabah wajib mengetahui bahwa pembatasan tanggung jawab pialang berjangka
a. Pialang Berjangka tidak bertanggung jawab untuk memberikan penilaian kepada Nasabah mengenai iklim, pasar, keadaan politik dan ekonomi nasional dan internasional, nilai Kontrak Derivatif, kolateral, atau memberikan nasihat mengenai keadaan pasar. Pialang Berjangka hanya memberikan pelayanan untuk melakukan transaksi secara jujur serta memberikan laporan atas transaksi tersebut.
b. Perdagangan sewaktu-waktu dapat dihentikan oleh pihak yang memiliki otoritas (Bappebti/Bursa Berjangka) tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Nasabah. Atas posisi terbuka yang masih dimiliki oleh Nasabah pada saat perdagangan tersebut dihentikan, maka akan diselesaikan (likuidasi) berdasarkan pada peraturan/ketentuan yang dikeluarkan dan ditetapkan oleh pihak otoritas tersebut, dan semua kerugian serta biaya yang timbul sebagai akibat dihentikannya transaksi oleh pihak otoritas perdagangan tersebut, menjadi beban dan tanggung jawab Nasabah sepenuhnya.
20. Nasabah wajib mengetahui bahwa transaksi harus mematuhi peraturan yang berlaku. Semua transaksi dilakukan Sendiri oleh Nasabah dan wajib mematuhi peraturan perundang- undangan di bidang Perdagangan Berjangka, kebiasaan dan interpretasi resmi yang ditetapkan oleh Bappebti atau Bursa Berjangka.
21. Nasabah wajib mengetahui bahwa Pialang Berjangka tidak Bertanggung jawab atas Kegagalan Komunikasi. Pialang Berjangka tidak bertanggung jawab atas keterlambatan atau tidak tepat waktunya pengiriman amanat atau informasi lainnya yang disebabkan oleh kerusakan fasilitas komunikasi atau sebab lain diluar kontrol Pialang Berjangka.
22. Nasabah wajib mengetahui bahwa yang berkaitan dengan Konfirmasi
a. Konfirmasi dari Nasabah dapat berupa surat, telex, media lain, surat elektronik, secara tertulis ataupun rekaman suara.
b. Pialang Berjangka berkewajiban menyampaikan konfirmasi transaksi, laporan rekening, permintaan Call Margin, dan pemberitahuan lainnya kepada Nasabah secara akurat, benar dan secepatnya pada alamat (email) Nasabah sesuai dengan yang tertera dalam rekening Nasabah. Apabila dalam jangka waktu 2 x 24 jam setelah amanat jual atau beli disampaikan, tetapi Nasabah belum menerima konfirmasi melalui alamat email Nasabah dan/atau sistem transaksi, Nasabah segera memberitahukan hal tersebut kepada Pialang Berjangka melalui telepon dan disusul dengan pemberitahuan tertulis.
c. Jika dalam waktu 2 x 24 jam sejak tanggal penerimaan konfirmasi tersebut tidak ada sanggahan dari Nasabah maka konfirmasi Pialang Berjangka dianggap benar dan sah.
d. Kekeliruan atas konfirmasi yang diterbitkan Pialang Berjangka akan diperbaiki oleh Pialang Berjangka sesuai keadaan yang sebenarnya dan demi hukum konfirmasi yang lama batal.
e. Nasabah tidak bertanggung jawab atas transaksi yang dilaksanakan atas rekeningnya apabila konfirmasi tersebut tidak disampaikan secara benar dan akurat.
23. Nasabah wajib memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai data Nasabah yang diminta oleh Pialang Berjangka dan akan memberitahukan paling lambat dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah terjadi perubahan, termasuk perubahan kemampuan keuangannya untuk terus melaksanakan transaksi.
24. Nasabah wajib mengetahui dan menyetujui bahwa Pialang Berjangka berhak untuk memungut komisi atas transaksi yang telah dilaksanakan, dalam jumlah sebagaimana akan ditetapkan dari waktu ke waktu oleh Pialang Berjangka. Perubahan beban (fees) dan biaya lainnya harus disetujui secara tertulis oleh Para Pihak.
25. Nasabah wajib memberikan kuasa kepada Pialang Berjangka untuk menghubungi bank, lembaga keuangan, Pialang Berjangka lain, atau institusi lain yang terkait untuk memperoleh keterangan atau verifikasi mengenai informasi yang diterima dari Nasabah. Nasabah mengerti bahwa penelitian mengenai data hutang pribadi dan bisnis dapat dilakukan oleh Pialang Berjangka apabila diperlukan. Nasabah diberikan kesempatan untuk memberitahukan secara tertulis dalam jangka waktu yang telah disepakati untuk melengkapi persyaratan yang diperlukan.
26. Nasabah wajib mengetahui bahwa Pialang Berjangka dapat setiap saat mengalihkan dana dari satu rekening ke rekening lainnya berkaitan dengan kegiatan transaksi yang dilakukan Nasabah seperti pembayaran komisi, pembayaran biaya transaksi, kliring dan keterlambatan dalam memenuhi kewajibannya, tanpa terlebih dahulu memberitahukan kepada Nasabah. Transfer yang telah dilakukan akan segera diberitahukan secara tertulis kepada Nasabah.
27. Nasabah wajib mengetahui semua komunikasi, uang, surat berharga, dan kekayaan lainnya harus dikirimkan langsung ke alamat Nasabah seperti tertera dalam rekeningnya atau alamat lain yang ditetapkan/diberitahukan secara tertulis oleh Nasabah.
28. Nasabah wajib mengetahui semua uang, harus disetor atau ditransfer langsung oleh Nasabah ke Rekening Terpisah (Segregated Account) Pialang Berjangka
29. Nasabah wajib mengakui menerima dan mengerti Dokumen Pemberitahuan Adanya Risiko.
30. Nasabah wajib mengetahui jangka waktu perjanjian dan pengakhiran
a. Perjanjian ini mulai berlaku terhitung sejak tanggal dilakukannya konfirmasi oleh Pialang Berjangka dengan diterimanya Bukti Konfirmasi Penerimaan Nasabah dari Pialang Berjangka oleh Nasabah.
b. Nasabah dapat mengakhiri Perjanjian ini hanya jika Nasabah sudah tidak lagi memiliki posisi terbuka dan tidak ada kewajiban Nasabah yang diemban oleh atau terhutang kepada Pialang Berjangka.
c. Pengakhiran tidak membebaskan salah satu Pihak dari tanggung jawab atau kewajiban yang terjadi sebelum pemberitahuan tersebut.
31. Nasabah wajib mengetahui Berakhirnya Perjanjian
a. Perjanjian dapat berakhir dalam hal Nasabah:
• dinyatakan pailit, memiliki hutang yang sangat besar, dalam proses peradilan, menjadi hilang ingatan, mengundurkan diri atau meninggal; atau
• tidak dapat memenuhi atau mematuhi perjanjian ini dan/atau melakukan pelanggaran terhadapnya.
• berkaitan dengan diatas, Pialang Berjangka dapat :
 meneruskan atau menutup posisi Nasabah tersebut setelah mempertimbangkannya secara cermat dan jujur; dan
 menolak transaksi dari Nasabah.
• Pengakhiran Perjanjian sebagaimana dimaksud dengan huruf a dan huruf b tersebut di atas tidak melepaskan kewajiban dari Para Pihak yang berhubungan dengan penerimaan atau kewajiban pembayaran atau pertanggungjawaban kewajiban lainnya yang timbul dari Perjanjian.

Sarana Penyelesaian Perselisihan Perdata
Apabila terjadi perselisihan dan perbedaan pendapat yang timbul dalam pelaksanaan Perjanjian ini pihak perusahaan Pialang Berjangka dapat memberikan arahan kepada Nasabah berupa :

1. Semua perselisihan dan perbedaan pendapat yang timbul dalam pelaksanaan Perjanjian ini wajib diselesaikan terlebih dahulu secara musyawarah untuk mencapai mufakat antara Para Pihak.
2. Apabila perselisihan dan perbedaan pendapat yang timbul tidak dapat diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat, Para Pihak wajib memanfaatkan sarana penyelesaian perselisihan yang tersedia di Bursa Berjangka.
3. Apabila perselisihan dan perbedaan pendapat yang timbul tidak dapat diselesaikan melalui cara sebagaimana dimaksud pada angka (1) dan angka (2), maka Para Pihak sepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui :
- Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI) berdasarkan Peraturan dan Prosedur Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI); atau
- Pengadilan Negeri

Legalitas
1. Izin Bappebti
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Adalah lembaga yang berada di bawah Departemen Perdagangan Republik Indonesia. Tugas Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) adalah Mengatur, mengawasi dan membina agar kegiatan perdagangan berjangka berjalan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tercapai suatu perdagangan yang sehat, wajar dan efisien. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) bertanggung jawab kepada Menteri Perdagangan RI.
2. Anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) /(JFX)
Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Merupakan tempat terlaksananya transaksi jual beli kontrak berjangka atas sejumlah komoditi atau instrumen keuangan pada harga tertentu berdasarkan peraturan dan regulasi yang berlaku.
Pada UU RI No. 23 Tahun 1997 disebutkan bahwa Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan Sarana untuk kegiatan jual beli komoditi berjangka. Kontrak Berjangka Merupakan kesepakatan untuk memperdagangkan atau menukar komoditi atau Intrumen keuangan yang penyerahannya dilakukan pada masa akan datang dalam jumlah, waktu, tempat dan harga.
3. Anggota Kliirng Berjangka Indonesia (KBI)
PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI) adalah perusahaan Badan Usaha Milik pemerintah (BUMN) yang berfungsi sebagai lembaga Kliring dan Penjaminan berdasarkan keputusan BAPPEBTI dengan nomor: No. 128/BAPPEBTI/IX/2001 Seluruh penyelesaian transaksi kontrak berjangka yang didaftarkan oleh Anggota kliring dilaksanakan oleh KBI.
4. Peserta Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) Perkembangan Perdagangan Alternatif yang biasa disebut SPA. Menurut Undang-Undang RI No.10 tahun 2011 pengertian dari Sistem Perdagangan Alternatif adalah sistem perdagangan yang berkaitan dengan jual beli Kontrak Derivatif.



Kantor Pusat

  (62) 21 520 6118
  (62) 21 520 6931

Divisi Penjualan & Pelayanan

  (62) 21 522 1979
  support@cfforex.com
  087883891208
  CFsupport
  5887EC41

Divisi Customer Relations

  (62) 812 7291 6997
  (62) 21 520 6118 ext. 139/140
  relations@cfforex.com
  7C40E763

Divisi Operasional

  (62) 21 521 0525
  operations.indo@cfforex.com


www.cfforex.com sebagai website resmi PT. Cyber Futures menyediakan informasi berdasarkan sumber yang terpercaya, pihak kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk risiko atau kerugian yang dialami secara langsung atau tidak langsung atas keputusan yang diambil berdasarkan informasi tersebut. PT. Cyber Futures adalah pialang berjangka (broker) yang memiliki izin resmi sejak 2004 dan semua transaksi melalui LP (Pedagang). Pihak Cyber Futures membuka semua peluang jenis trading. Apabila ditemukan indikasi kecurangan secara sengaja / tidak sengaja dalam melakukan transaksi tersebut, maka pihak Cyber Futures memiliki otoritas / hak penuh untuk membekukan sementara akun nasabah untuk di tindak lanjuti oleh pihak otoritas.

PT. Cyber Futures membutuhkan informasi pribadi bagi pihak yang melakukan pendaftaran demo dan live account untuk kepentingan internal. PT. Cyber Futures dan karyawannya berkewajiban menjaga kerahasiaan informasi tersebut dan tidak akan memberikannya kepada pihak ketiga. Namun, jika diwajibkan oleh undang-undang, maka PT. Cyber Futures dapat memberikan informasi tersebut ke otoritas publik.

Diberitahukan kepada seluruh calon nasabah / nasabah PT. Cyber Futures, bahwa semua proses deposit wajib dilakukan melalui Bank Segregated Accounts atas nama PT. Cyber Futures yang terdaftar di BAPPEBTI, BBJ-JFX dan KBI (BCA, Mandiri, CIMB Niaga). Pihak PT. Cyber Futures tidak bertanggung jawab atas segala risiko yang ditimbulkan apabila terjadi kelalaian dalam melakukan proses deposit yang mengatasnamakan nama pribadi.

Diberitahukan kepada seluruh calon nasabah / nasabah PT. Cyber Futures untuk mengkomunikasikan segala bentuk informasi dengan pihak PT. Cyber Futures hanya melalui email domain resmi perusahaan (nama@cfforex.com). PT. Cyber Futures tidak bertanggung jawab atas segala risiko yang ditimbulkan apabila terjadi kelalaian yang disebabkan oleh penggunaan email diluar domain resmi oleh personel yang mengatasnamakan staff karyawan PT. Cyber Futures.